LillahFillah Billah Artinya. Arti ana uhibbuki atau uhibbuka fillah tulisan arab ا ن ا ا ح ب ك ف ي ﷲ artinya nah bagi kalian yang masih bingung mengenai apa artinya ana uhibbuki uhibbuka fillah dan bagaimana cara menjawab atau membalas jika mendapatkan ucapan ana uhibbuki fillah. Bantuan penjelasan simbol huruf yang ada dalam arti
Fillahitu gabungan dari huruf fii yang artinya 'di dalam' atau dalam teks ini diartikan 'di jalan', dan kata Allah. Artinya 'karena Allah'. Jadi, secara bahasa, ungkapan ana uhibbuka fillah itu artinya 'aku mencintaimu di jalan Allah'. Ungkapan lain berbentuk, ana uhibbuka lillah. Artinya 'aku mencintaimu karena Allah'.Arti Ana Uhibbuki atau Uhibbuka Fillah tulisan arab اَنَا اُحِبُّكِ فِي ﷲ Artinya – Nah bagi kalian yang masih bingung mengenai Apa artinya Ana Uhibbuki/Uhibbuka Fillah? Bagaimana Cara Menjawab atau Membalas jika mendapatkan Ucapan Ana Uhibbuki Fillah? Nah kali ini akan sampaikan mengenai kalimat ini dan bagaimana cara penggunaan kalimatnya dengan baik dan benar. Simak ulasan selengkapnya di bawah ini. Ana Uhibbuki Fillah ArtinyaAna Uhibbuka Fillah ArtinyaContoh Kalimat Cara PenggunaanCara Menjawab Ucapan Ana Uhibbuki FillahKeterangan Arti Ana Uhibbuki Fillah Mengucapkan atau mengungkapkan sebuah rasa cinta karena Allah, ialah menjadi sebuah anjuran di dalam ajaran Agama islam, dengan sebagaimana hadist yang diriwayatkan sabda dari Rosulullah Saw; Arti Ana Uhibbuki Fillah Nah untuk kalimat yang digunakan dalam Menyatakan perasaan cinta tersebut dapat ungkapkan dengan menggunakan perkataan Ana uhibbuki fillah atau Ana uhibbuka fillah. Lantas apa makna dari kalimat Ana Uhibbuki Fillah artinya Apabila salaing kita pisah kalimatnya maka arti perkatanya seperti berikut Kata Ana / اَنَا diartikan ”Saya”Kata Uhibbuki / اُحِبُّكِ diartikan ”Saya mencintaimu”Kata fillah / فِي ﷲِ diartikan ”Karena Allah” Maka apabila kita gabungkan akan memebntuk sebuahkalimat yang dalam bahasa arabnya اَنَا اُحِبُّكِ فِي ﷲ Tulisan Laitinnya“,Ana uhibbuki fillah yang mempunyai arti ” Saya mencintaimu karena Allah”. Ana Uhibbuka Fillah Artinya Kemudian mengulas mengenai pengertian kalimat Ana uhibbuka fillah yang mempunyai arti yakni ” aku mencintaimu karena Allah”. Dimana kalimat Ucapan ini ditujukan terhadap ikhwat atau kaum laki-laki, Maka yang menjadi perbedaan dalam ucapan diatas ialah Untuk ucapkan اَنَا اُحِبُّكِ فِي ﷲ Ana uhibbuki fillah ini tertuju untuk kaum untuk Ucapan اَنَا اَحِبُّكَ فِي ﷲِ Ana uhibbuka fillah kalimat ini tertuju untuk kaum laki-laki. Contoh Kalimat Cara Penggunaan Berikut contoh jika seorang yang mengucapakan kepada laki-laki. ”Sungguh Ana uhibbuka fillah wahai suami ku” Ungkapan pria terhadap wanita misalnya ”Ana bersungguh-sungguh uhibbuki fillah wahai istriku tersayang” Cara Menjawab Ucapan Ana Uhibbuki Fillah Kemudian cara menjawab apabila mendapatkan ucapan “Ana uhibbuka/ki fillah”, baik ucapan tersebut dari laki-laki ataupun di dapatkan dari seorang wanita maka kita bisa menjawabnya dengan ucapan seperti berikut Tulisan Latin ”Ahabbakilladzii ahbabtani ilahuu” Tulisan Arab أحبك الله الذي أحببتني له Maknanya ; ”Semoga Allah swt mencintaimu, Dzat yang telah membuatmu mencintai ku karena-Nya.” Jawaban kalimat “Ahabbakilladzii ahbabtani ilahuu” sebelumnya dikisahkan pernah di ucapkan oleh salah seorang sahabat Rasulullah SAW. Yang mana dalam sebuah hadist diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Imam Ahmad dari sahabat Anas bin Malik beliau berkata yang artinya Artinya ”Ada salah satu sahabat yang tengah bersama Rasulullah SAW lalu salah seseorang berjalan dihadapan beliau. Lalu seorang itupun berkata “Wahai Rasulullah, sungguh aku benar-benar mencintai orang ini”. Kemudian seraya Rasulullah SAW berkata terhadapnya “Apakah kamu sudah mengabarkan tentang perasaan terhadapnya?” dan kemudian orang tersebutpun menjawab “Belum.” Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata “Kalau demikian, pergilah kemudian beritahukan kepadanya”. Lantas Kemudian sahabat tersebut langsung bergegas pergi untuk menemui orang tersebut dan kemudian ia mengucapkan “Inni uhibbuka fillah” kemudian seraya orang itupun menjawabnya dengan megucapkan sebuah kalimat “Ahabbakalladzi ahbabtani lahu”. Keterangan Kemudian kalimat “Inni uhibbuka fillah” ialah merupakan sebuah ungkapan rasa cinta yang ditujukan untuk sesama muslim yakni bagi kaum laki-laki, yang maknanya ”Saya mencintaimu karena Allah”. Sedangkan kalimat “Inni uhibbuki fillah” merupakan suatu ungkapan sebuah rasa cinta terhadap sesama muslim yang ditujukan bagi kaum perempuan yang maknanya ”Saya mencintaimu karena Allah”. Lantas Bagaimana cara menjawab dari kedua ucapan tersebut? yakni dengan mengucapkan “Ahabbakilladzii ahbabtani ilahuu” Tulisan Latin dan Arab Inni-uhibbuki-fillah” اَنَا اُحِبُّكِ فِي ﷲTulisan arab dan latinnya Inni-uhibbuka fillah” اَنَا اَحِبُّكَ فِي ﷲِ Nah yang menjadi pembeda dari ucapan tersebut terdapat pada kata akhirnya yakni pada kata ka dan ki”Ki” dan ”Ka” Yang kata ”Ki” ditujukan untuk kaum peruempuan sedangkan kata ”Ka” Untuk kaum laki-laki. Arti Ana uhibbuki fillah Adalah?Aku mencintaimu Karena Allah untuk Laki-laki Apa Arti Ana uhibbuka fillah? Aku Mencintaimu Karena Allah untuk Perempuan Nah itulah yang bisa sampaikan mangenai Arti Ana Uhibbuki Fillah, semoga ulasan ini bisa bermanfaat untuk sahabat semua. ففيهااعتراف بان الذي يسوق المطالب ويحقق المأرب هو الله تعالي الخ. "Makna syai'un lillahi adalah bahwa tujuan dan kehendak kami adalah sesuatu yang merupakan milik Allah artinya ia memohon pada Dzat Allah dengan mengharap ridho dan bantuan hanya dari Allah, tidak pada dan dari selain
Lillah Billah Fillah adalah sebuah kalimat yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Namun, apakah artinya sebenarnya? Lillah Billah Fillah berasal dari bahasa Arab yang memiliki makna yang sangat penting bagi umat Muslim. Pengertian Lillah Billah Fillah Lillah Billah Fillah merupakan gabungan dari tiga kata yang memiliki arti masing-masing. Lillah artinya “untuk Allah”, Billah artinya “dengan Allah”, dan Fillah artinya “karena Allah”. Jadi, secara keseluruhan Lillah Billah Fillah berarti “untuk, dengan, dan karena Allah”. Signifikasi Lillah Billah Fillah Kalimat Lillah Billah Fillah memiliki signifikasi yang sangat penting bagi umat Muslim. Dalam kehidupan sehari-hari, kalimat ini sering digunakan untuk menunjukkan bahwa segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia haruslah semata-mata untuk Allah SWT. Artinya, segala sesuatu yang kita lakukan haruslah dilandasi dengan niat yang tulus dan ikhlas untuk memperoleh keridhaan Allah SWT. Sehingga, setiap perbuatan yang kita lakukan akan menjadi ibadah yang bermanfaat bagi diri kita sendiri maupun orang lain. Implementasi Lillah Billah Fillah Implementasi Lillah Billah Fillah dalam kehidupan sehari-hari dapat dilakukan dengan cara berbagai macam. Salah satunya adalah dengan mengawali setiap kegiatan dengan membaca niat. Seperti, “saya melakukan pekerjaan ini karena ingin mencari ridha Allah SWT”. Selain itu, kita juga bisa mengimplementasikan Lillah Billah Fillah dengan menghargai setiap nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Seperti, makanan, minuman, dan udara yang kita hirup. Dengan menghargai nikmat yang diberikan oleh Allah SWT, maka kita akan merasa bersyukur dan semakin dekat dengan-Nya. Kesimpulan Demikianlah penjelasan tentang Lillah Billah Fillah dan artinya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua dalam mengimplementasikan kalimat ini dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengamalkan Lillah Billah Fillah, kita akan semakin dekat dengan Allah SWT dan meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Pos terkaitAlgoritma Mengurutkan 3 Bilangan AcakVisi Misi Calon Ketua OrganisasiBatuan Sejenis Marmer Terjadi KarenaCerita Bima Bungkus Bahasa JawaBerdasarkan Data pada Gambar Kuat Arus Listrik I AdalahBudaya Memahami Makna Kata yang Diadopsi
Orangorang yang beriman kepada Allah berarti orang yang rela mengorbankan jiwa dan ragany Iman identik dengan asyaddu hubban lillah. Hub artinya kecintaan atau kerinduan. Asyaddu adalah kata superlatif syadiid (sangat). Asyaddu hubban berarti sikap yang menunjukkan kecintaan atau kerinduan luar biasa. Lillah artinya kepada atau terhadap Allah. Dari ayat tersebut tergambar bahwa iman adalah
Sungguh semua yang kita jalani di dunia ini akan terasa sangat berat jika kita memaknai hal tersebut dari sisi duniawi saja. Apapun yang dilakukan rasanya melelahkan, menguras pikiran bahkan menyita waktu kita. Namun, jika kita memaknai semua itu dengan penuh ketelitian atas dasar Allah SWT, Inshaa Allah semua letih yang kita lakukan, tenaga yang sudah terkuras akan terasa manis. Ada beberapa aspek yang dapat kita lakukan tanpa menghilangkan esensi dari arti sebuah keikhlasan. Banyak orang berpendapat bahwa cinta lah yang menguatkan kita. Betul, tidak salah jika ada yang berpendapat demikian. Namun, dibalik kata cinta ada sebuah kata yang dapat mendukung sebuah cinta. Harta?? Mana mungkin harta bisa kita kaitkan dengan sebuah cinta. Sedangkan, yang kita tahu bahwa cinta itu tak bisa kita beli. Lalu apa jawabannya? Kesuksesan? apakah dari kesuksesan akan timbul sebuah cinta? Ya, bisa jadi. Dengan kita merasa bahwa apa yang kita kerjakan telah sukse, bisa saja kita akan lebih mencintai apa yang kita kerjakan dikemudian hari. Namun, jawaban itu bukanlah jawaban yang tepat. Harta bukan, kesuksesan pun juga bukan. Jawabannya simple kok, 'ikhlas'. Coba bayangkan ketika keikhlasan hadir pada ruhiyah kita dengan apa yang kita lakukan, tanpa kita sadari kita sudah mencurahkan rasa kasih sayang dan cinta yang ikhlas dengan apa yang kita lakukan. Ibadah salah satu contohnya, mungkin masih banyak yang melaksanakan ibadah atas dasar kewajiban. Termasuk saya sendiri yang terkadang kurang memaknai arti ibadah. Ibadah dapat mendatangkan suatu amalan. Sebenarnya, amal yang butuh kita atau kita kah yang membutuhkan amal??? Bicara soal keikhlasan, jika kita melakukan segala seuatu atas dasar karena Allah saya yakin dan percaya Inshaa Allah tak akan mungkin kita merasa segala seuatunya akan terasa berat. untuk memaknai hal tersebut mari kita singgung dari ketiga kata berikut Lillah, Billah, dan Fillah Beribadah, menyembah Allah haruslah ✓Lillah karena Allah ✓Billah dengan pertolongan Allah ✓Fillah di atas syariat Allah apasih arti dari ketiga itu?? yuk kita sharing apa dibalik makna ketiga kata tersebut yang pertama adalah Lillah, Lillah yaitu ikhlas beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun. yang kedua adalah Billah, Banyak kaum Muslimin yang mengetahui wajibnya shalat, puasa, zakat, haji dan ibadah lainnya, tetapi mereka tidak melakukannya. Mengapa demikian…? Karena mereka tidak mendapat pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. yang terakhir adalah Fillah, “Barang siapa mengamalkan suatu amalan yang tidak ada urusannya dari kami maka amal itu tertolak” HR. Muslim al-Fudhail bin Iyadh berkata, “Sesungguhnya andaikata suatu amalan itu dilakukan dengan ikhlas namun tidak benar tidak sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad , maka amalan itu tidak diterima. Hingga ia melakukannya dengan ikhlas dan benar…” Jika amalan itu dilakukan dengan benar tapi tidak ikhlas, juga tidak diterima. Kuncinya berarti Ikhlas. Benar atau bener nih?? Ngomong-ngomong soal ikhlas, ikhlas itu sangat mudah diucapkan tapi implementasinya sulit. Memang terasa sulit kalau kita gak pernah mencoba, belajar dan terus melakukannya. Sampai kapan dong harus ikhlas? Ilmu ikhlas tak bisa hanya kita lakukan sekali duakali, bahkan seumur hidup penerapannya. Memang berat dan sulit, bukankah amalan yang terasa berat dan sulit akan Allah gantikan dengan yang baik juga??? Mau bukti atau enggak? Kalau mau, yuk kita coba deh buat belajar ikhlas, Bismillah ^_^Daftar Isi Pengertian Ana Uhibbuka Fillah Penggunaan Ucapan Ana Uhibbuka Fillah Cara Menjawab Ucapan Ana Uhibbuka Fillah Kalimat Ana uhibbuka fillah artinya sering dicari banyak orang karena memang kalimat ini adalah salah satu kalimat yang sering dilontarkan oleh umat muslim. Ana uhibbuka fillah merupakan kalimat yang sering kita temukan dalam percakapan sehari-hari, baik dalam dunia nyata maupun dunia media ini memiliki keterkaitan dengan perasaan cinta yang dialami manusia. Sebagai makhluk yang merasakan cinta, maka wajar saja kalau kita ingin mengungkapkan perasaan cinta itu terhadap orang yang kita cinta sudah hadir sejak manusia pertama, Nabi Adam, diciptakan dan dipertemukan dengan pasangan hidupnya, Siti Hawa. Tanpa rasa cinta terhadap sesama, mungkin seseorang akan merasakan kehampaan dan kekosongan di dalam hidupnya. Dalam Islam, cinta adalah dasar persaudaraan antarmanusia dan perasaan yang melandasi hubungannya dengan makhluk lain seperti hewan dan tumbuhan. Menurut Ibnu Hazm, cinta adalah suatu naluri atau insting yang terdapat dalam perasaan seseorang terhadap sesuatu yang Ana uhibbuka fillah adalah ungkapan perasaan cinta dalam bahasa Arab yang cukup populer dan sering sekali kamu yang ingin tahu lebih dalam tentang kalimat Ana uhibbuka fillah, mari simak penjelasannya di bawah Ana Uhibbuka FillahBerikut ini adalah cara penulisan ana uhibbuka fillah dalam bahasa Arab beserta tulisan latin dan juga artinyaاَنَا اَحِبُّكَ فِي ﷲِAna uhibbuka fillahArtinya Aku mencintaimu karena AllahSecara bahasa, ana uhibbuka fillah artinya adalah aku mencintaimu karena Allah. Dilihat dari terjemahannya, kalimat ana uhibbuka fillah ternyata punya arti yang begitu dalam ya ana uhibbuka fillah memang sering dilantunkan oleh pasangan muslim untuk mengungkapkan perasaannya satu sama lain. Bagi umat muslim, kalimat ini punya makna yang begitu ajaran islam, kita memang harus melakukan segala sesuatu karena Allah SWT, termasuk dalam mencintai sesama makhluk-Nya. Hal ini tertuang dalam salah satu hadits berikut."Tiga perkara yang seseorang akan merasakan manisnya iman 1 Dia lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari yang lainnya; 2 Dia mencintai seseorang hanya karena Allah; 3 Dia benci untuk kembali pada kekufuran sebagaimana ia benci bila dilemparkan dalam neraka." HR. Bukhari no. 6941 dan Muslim no. 43.Berdasarkan hadits di atas, mencintai karena Allah adalah salah satu perkara yang bisa membuat seseorang merasakan manisnya keimanan. Makna dari ucapan ini memang begitu dalam, kalimat ini menandakan bahwa cinta yang dimiliki seseorang kepada pasangannya terjadi karena berkat restu dari Ucapan Ana Uhibbuka FillahPerasaan cinta adalah salah satu anugerah yang diberikan Allah kepada hamba-Nya. Pasalnya, seseorang yang sedang merasakan cinta pasti merasakan hatinya yang yang perlu kita ingat bahwa kita semua harus melibatkan Allah SWT dalam semua aktivitas yang kita lakukan. Mencintai pun harus karena Allah, seperti yang terdapat dalam kalimat ana uhibbuka ana uhibbuka fillah bisa kamu gunakan untuk mengungkapkan perasaan cinta yang kamu miliki terhadap orang yang kamu cintai. Percayalah bahwa perasaan cinta itu datangnya dari Allah, maka kita jangan lupa terhadap-Nya dan harus mencintai segala sesuatu karena dua contoh cara penggunaan kalimat iniContoh seorang istri mengucapkan kepada suaminya "Sungguh Ana uhibbuka fillah wahai suami ku".Contoh seorang pria menyatakan cinta kepada istrinya "Ana bersungguh-sungguh uhibbuki fillah wahai istriku tersayang".Ketika seseorang mengucapkan kalimat ana uhibbuka fillah tentu kita harus menjawabnya juga dengan kata-kata yang indah yang juga memiliki makna yang dalam. Cara menjawab ucapan ana uhibbuka fillah,yaituأَحَبَّكَ الَّذِيْ أَحْبَبْتَنِي لَهُAhabbakal Ladzii ahbabtanii lahuArtinya Semoga Allah mencintaimu, karena engkau telah mencintaiku ini juga memiliki makna yang begitu dalam. Kalimat balasan ini adalah sebagai bentuk terima kasih karena telah mencintai dan juga mendoakan supaya orang yang melantunkan kalimat ana uhibbuka fillah supaya dicintai oleh Allah ini diceritakan oleh seorang sahabat Rasulullah SAW. Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Imam Ahmad dari sahabat Anas bin Malik beliau berkata yang artinya"Ada salah seorang sahabat yang tengah bersama Rasulullah SAW lalu salah seseorang berjalan di hadapan beliau. Lalu orang itu pun berkata "Wahai Rasulullah, sungguh aku benar-benar mencintai orang ini".Kemudian seraya Rasulullah SAW bertanya terhadapnya "Apakah kamu sudah mengabarkan tentang perasaan terhadapnya?" dan kemudian orang tersebut pun menjawab "Belum".Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata "Kalau demikian, pergilah kemudian beritahukan hal ini kepadanya".Lantas Kemudian sahabat tersebut langsung bergegas pergi untuk menemui orang tersebut dan kemudian ia mengucapkan "Ana uhibbuka fillah". Kemudian orang itu pun menjawabnya dengan mengucapkan sebuah kalimat "Ahabbakalladzi ahbabtani lahu".Ana uhibbuka fillah artinya adalah aku mencintaimu karena Allah. Sebagai muslim yang baik, kita harus selalu mengingat Allah dan kita harus selalu ingat untuk mencintai segala sesuatu hanya karena Allah, bukan karena hal yang lain. Simak Video "Ada Terduga Teroris, Standar Masuk MUI Dipertanyakan" [GambasVideo 20detik] khq/fds
LaTusyrik Billah Artinya Saturday, September 4, 2021 Add Comment Edit. La Tusyrik Billah. La tusyrik billah merupakan penggalan dari ayat ke-13 dari surat Luqman. Lebih lengkapnya adalah, "Wa iż qaala luqmaanu libnihii wa huwa ya'izuhu yaa bunayya laa tusyrik billaah, innasy-syirka lazulmun 'aziim". Sedikit penjelasan tentang surat LuqmanArtiKata "lilah" Menurut KBBI. Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "lilah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Berikut ini makna dan tulisan kata lilah yang benar: li·lah, me·li·lah ark v muntah. Bantuan Penjelasan Simbol. a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat. v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja.
Apa itu lillah? lillah adalah kata yang memiliki artinya, silahkan ke tabel berikut untuk penjelasan apa arti makna dan maksudnya. Pengertian lillah adalah Kamus Definisi Malaysia Dewan ? lillah, lillahi Ar demi kerana, untuk Allah. Definisi ? semoga dapat membantu walau kurangnya jawaban pengertian lengkap untuk menyatakan artinya. pada postingan di atas pengertian dari kata “lillah” berasal dari beberapa sumber, bahasa, dan website di internet yang dapat anda lihat di bagian menu sumber. Istilah Umum Istilah pada bidang apa makna yang terkandung arti kata lillah artinya apaan sih? apa maksud perkataan lillah apa terjemahan dalam bahasa Indonesia LillahBillah Sdr 03.33 Ajaran Wahidiyah Artinya: segala perbuatan apa saja lahir maupun batin, baik yang hubungan langsung kepada Alloh Wa Rosulihi SAW, maupun yang hubungan di dalam masyarakat, bahkan dalam hubungan dengan sesama makhluk, baik kedudukan hukumnya wajib, sunah atau mubah, asal bukan perbuatan yang tidak diridhoi AllohKompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Lillah artinya segala perbuatan apa saja, Perbuatan lahir maupun perbuatan batin, baik yang wajib yang sunah maupun yang mubah lebih-lebih yang berhubungan langsung kepada Alloh SWT seperti sholat, puasa, haji, baca Al Qur’an, baca Sholawat dan sebagainya, maupun yang berhubungan dengan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari seperti makan, minum, tidur, istirahat, bekerja, mencari nafkah dan sebagainya asal bukan perbuatan yang terlarang, asal bukan perbuatan yang tidak di ridloi Alloh SWT, juga bukan merupakan perbuatan yang dilarang oleh hukum agama maupun hukum negara serta bukan perbuatan yang merugikanmelaksanakannya supaya disertai niat beribadah kepada Alloh SWTdengan ikhlas “LILLAHI TA’ALA”tanpa pamrih sesuatu apapun baik pamrih duniawi maupun pamrih ukhrowi. Rosululloh SAW bersabda yang artinya kurang lebih “Sesungguhnya segala amal perbuatan itu ditentukan tergantung/ dinilai menurut niatnya. Dan sesungguhnya bagi seseorang itu tergantung dengan apa yang ia niatkan.... HR. Bukhori dan Muslim”Niat itu terletak didalam hati, hal ini kelihatannya seperti sesuatu yang sepelemudah namun menentukan sekali. Jika tidal betul atau kurang sungguh-sungguh diperhatikan dan kurang tepat penerapannya bisa menghancurkan bangunan ibadah secara keseluruhan. Dan didalam menjalankan tugasnya sebagai kholifah dimuka bumi manusia tidak bebas begitu saja melainkan harus mengikuti haluan garis besar/ tujuan pokok yang harus dilakukan sesuai prosedur. Di dalam Al Qur’an surat Adz Dzaariaat ayat 56,Alloh SWT berfirman yang artinya kurang lebih“ Dan tiada AKU menciptakan jin dan manusia melainkan agar supaya mereka beribadah mengabdikan diri kepadaKU” Adz Dzaariat 56”Jadi segala perbuatan dan tingkah laku manusia dalam keadaan, situasi dan kondisi apapun dan bagaimanapun harus diarahkan untuk pengabdian diri/ beribadah kepada Alloh SWT. Beribadah itu tidak sebatas hanya pada menjalankan syahadat, sholat, zakat, puasa,haji atau ibadah-ibadah sunnahseperti membaca Al Qur’an, Membaca dzikir, membaca sholawat dan sebagainya. Akan tetapi disamping itu semua, segala gerak-gerik manusia, segala tingkah laku dan perbuatannya sepanjang tidak melanggar larangan Alloh SWT harus dijadikan sebagai pelaksanaan ibadah kepada Alloh SWT. Jika hidup manusia ini tidak selalu diarahkan untuk pengabdian diri/ ibadah kepadaAlloh SWT, ini berarti manusia telah menyimpang dari hakuan yang telah digariskan ALLOH SWT dalam ayat tersebut artinya, Didalam segala perbuatan dan gerak lahir maupun batin, dimanapun dan kapanpun saja supaya hati kita senantiasa merasa dan beri’tikad bahwa yang menciptakan dan menitahkan itu semua dalah Alloh SWT, Tuhan Maha pencipta. Jangan sekali-kali mengaku atau merasa mempunyai kekuatan dan kemampuan sendiri tanpa dititahkan oleh Alloh SWT. Jadi mudahnya hati selalu mengeterapkan kandungan ma’na dari “Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah” Tiadadaya dan kekuatan kecuali hanya milik Alloh – Billah Dan menerapkan Firman Alloh SWT dalam Al Qur’an surat As Shoffat yang artinya Dan Alloh lah yang menciptakan kamu sekalian dan apa saja yang kamu perbuat 37As Shoffat 96Dan dalam surat At Takwir ayat 29 yang artinya “Dan kamu sekalian tidak dapat menghendaki tidak dapat berkehendak menempuh jalan yang lurus melainkan apabila dikehendaki Alloh Tuhan semesta alam 81 At Takwir 29”Jadi jelasnya didalam kita melihat, mendengar, merasa, menemukan, bergerak, berdiam, berangan-berangan, berfikir dan sebagainya, supaya hati selalu sadar bahwa yang menggerakkan menitahkan itu semua adalah Alloh SWT. Merasa Billah. Semuanya Billah. Tidak ada sesuatu yang tidak BILLAH. Hal ini harus kita rasakan di dalam hati. Tidak cukup dengan pengertian dan keyakinan didalam otak. Bukan sekedar pengertian ilmiah segala kehancuran, kebobrokan moral, penyelewengan dan penyalahgunaan hak, permusuhan kekacauan dan sebagainya adalah dikarenakan oleh adanya nafsu. Nafsu memiliki ciri khas yaitu pamrih. Maka sifat pamrihnya nafsu ini harus diarahkan. Diarahkan dengan sistem penerapan niat ikhlas LILLAH dan sadar BILLAH seperti diatas. Ibadah yang tidak disertai ikhlas semata-mata karena Alloh SWT, tidak akan diterima oleh ALLOH SWT. Ibadah yang diniati hanya karena memenuhi kebutuhan nafsu, keinginan atau syahwat dunia, ingin harta, ingin tahta, ingin wanita dan lain sebagainya, pokoknya karena selain ALLOH SWT tidak akan diterima oleh ALLOH SWT. Kalau suatu ibadah tidak diterima akan berat akibatnya dan bukan ibadah lagi namanya, melainkan maksiat. Disamping itu dalam beribadah apabila merasa mempunyai kemampuan sendiri, merasa mampu menjalankan ibadah. Tidak menyadari bahwa seseorang itu memiliki kemampuan untuk melakukan ibadah itu karena mendapatkan fadhol dan pertolongan ALLOH SWT. Dia tidak sadar BILLAH, otomatis terjangkit sifat ujub, riya’ dan takkabur sekalipun dalam kadar yang sangat halus sekali. Oleh karenanya LILLAH dan BILLAH ini harus kita terapkan dalam setiap langkah dalam kehidupan kita sehari-hari, agar kita bisa selamat baik di dunia dan akhirat. Amin. Lihat Pendidikan Selengkapnya
p9EJ.